Hai, aku kembali. Seperti Youtuber saja, setelah saya pamit, lalu saya kembali, haha. Selamat datang dan terima kasih
sudah menunggu diriku di samping kesibukkan kalian. Aku tahu bahwa tidak ada
yang membaca ini, aku hanya ingin menyampaikan kata demi kata sebagai
sambutanku (hehe, biar kaya pejabat). Sudah beberapa bulan aku tidak aktif
menulis lagi untuk menceritakan segala hal yang aku alami dan aku dapatkan dari
brengseknya kehidupan ini. Apakah aku benar-benar kembali? Semoga saja, iya.
Dan bisa konsisten untuk melanjutkannya.
Tidak terlalu berat kalau hanya berkata saja, banyak
yang bisa dikeluarkan seperti janji-janji manis namun belum tentu akan
direalisasikan. Nyatanya memang demikian, beberapa kejadian demi kejadian sudah
menjadi kebiasaan untuk tetap terlihat seperti orang baik melalui perkataan
maupun perbuatan. Seolah tidak ada yang boleh mengetahui sisi buruknya ketika bertemu dengan manusia yang lainnya. Itu manusiawi, tidak salah untuk
menjaga image di depan orang. Tapi apakah tidak merasa lelah
jika harus seperti itu, selalu menjaga dan tidak menjadi diri sendiri?
Tentunya akan terasa melelahkan jika harus
menyembunyikan sisi buruk kita di setiap orang yang kita temui. Menjadikan diri ini pemeran utama yang selalu membuat skenario kehidupannya sendiri yang berakhir tak selalu
indah. Intinya ada suatu persoalan yang membuatku menghilang untuk waktu yang
lama. Tapi aku sudah ada disini, berharap mampu memberikan suatu yang dapat
dijadikan inspirasi oleh banyak orang walaupun sebenarnya bingung dengan apa
yang aku bicarakan. Jadi begini, setelah melakukan semadi di kamar sendiri dengan
secangkir kopi, aku berpikir.
‘Aku mau menulis apa ya?’ kebingungan saat itu yang
membuatku berpikir terus menerus dan berakhir tidak membuat konten. Dari
beberapa topik yang sempat terpikirkan olehku, maka tulisan ini yang terpilih
sebagai pembuka setelah bangkitnya seorang pemikir pendek sepertiku. Aku akan
memulainya dengan apa saja yang aku lakukan selama ini, aku hanya
bermalas-malasan dengan perasaan yang aku jadikan patokan dalam beraktivitas.
Itu memang salah, aku jadi jarang membaca buku, aku selalu berpikiran negatif
dan selalu skeptis akan realita yang sedang terjadi. Underestimate pun
tidak luput dari itu.
Aku juga jarang bermain dengan teman-teman, kesana
kemari sendiri dan meromantisasi kehidupan sembari mendengarkan lagu yang
menyedihkan. Menghilang dari sosial media berharap ada yang mencari namun
nyatanya tidak, pikiran dan perasaan yang tidak berguna menjadi makanan
sehari-hari. Berputus asa dan selalu menjadi bayangan orang-orang yang aku
takuti. Sudahlah, tidak ada hentinya jika membicarakan hal yang terlalu
emosional. Jadi aku ingin membicarakan tentang bagaimana aku bisa bangkit dari
kubur, maksudku dari keterpurukkan ini.
Aku bertemu orang-orang baru dengan berbagai cerita
yang mereka bagikan, dan saling bertukar sudut pandang dengan masalah yang
kualami. Ada yang memotivasi, ada yang memberi saran, ada juga yang menghibur
untuk melupakan sejenak masalah dan kembali berfokus untuk segera
menyelesaikannya. Ternyata di luar sana ada yang lebih berat dariku dan mereka
mampu menghadapinya. Salah satu ada yang bilang “Kalau ingin meraih
impian dan melanjutkan jalanmu, maka terima konsekuensi yang ada, memang semua
pilihan itu ada resikonya. Tapi kita bisa mencari solusi dan bisa meminimalkan
resikonya.”
Dari situlah aku memulai sedikit tersadarkan dan ingin
membangun suasana positif dalam diriku, dan salah satunya ini. Menulis, mencoba berbagi sudut pandang akan mengembalikan aku yang dulu atau setidaknya
tidak mudah terbawa suasana negatif. Sambil menyelam minum air, aku juga harus
menentukan target dalam hidupku di setiap harinya supaya bisa melihat adanya
progress dari tindakanku ini. Sejalannya dengan waktu aku juga ingin membentuk
karakter yang tegas dan berkomitmen dengan pilihanku, selain paham akan solusi
dan resiko yang akan terjadi untuk merealisasikannya.
Sekian dari beberapa kata yang aku sampaikan, aku tidak berharap banyak pada pembaca yang bisa paham maupun terhibur atau merasa senang bahwa aku telah kembali. Semoga saja bisa berlanjut untuk memberikan beberapa omong kosongku. Istirahatku cukup lama bukan? Haha. Jangan lupa untuk tersenyum lebar tanpa beban seperti Patrick Star.
![]() |
| Sumber : Galeri Pribadi |
.png)
Komentar
Posting Komentar