Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Menjaga Kesehatan juga sebuah ‘Karya’

Innalillahi wa inna lillaihi rajiunn... Tolong keluarga saya membutuhkan plasma konvalesen.... Kalimat diatas seakan tidak pernah absen ketika melihat realitas yang kini kian memburuk, berita duka yang sering disiarkan melalui media sosial yang dijangkau oleh banyak orang sedangkan masih banyak yang kurang peduli terhadap apa yang telah terjadi dan menganggap hanyalah bisnis belaka. Penulis tidak menyalahkan siapa yang bersalah, karena mengetahui siapa yang bersalah tidak akan ada perubahan. Karena dari beberapa kebijakan pemerintah sendiri yang masih kurang tegas ditambah adanya paham konspirasi seakan menumpang kapal tetapi selalu ada saja yang melubangi kapal dan berakhir tenggelam. Namun itu semua di luar kendali dari diri kita, mereka adalah pihak eksternal yang sudah bekerja tanpa adanya tindakan kita yang mendominasi. Maka sekiranya kita cukup berfokus dalam kendali kita sendiri, yaitu dengan menjaga imunitas agar tetap stabil dan tidak mudah terserang virus. Dengan menjaga kese...

Kepedulian ๐Ÿ‚

“Pedulilah!!”   dan  “Kamu jangan egois, pikirkan orang di sekitarmu” , kecaman itu sering kudengar dari temanku di sekolah semasa sekolah dulu. Banyak yang menganggap diriku ini orang yang egois, mementingkan dirinya sendiri dibandingkan yang selainnya. Anggapan mengenai hal tersebut tentu saja membuatku kurang nyaman, terlepas dari kepribadian ambivert tentu saja masih relatif. Tapi adanya sifat peduli itu tidak berdasarkan dari kepribadian, banyak aspek yang perlu dibedah. Terkadang aku juga menyadarinya, bertingkah tidak tahu apa-apa dan memilih diam adalah hal baik yang kulakukan. Mengapa? Karena aku sendiri tidak mau kecewa, masih ada ketakutan yang bersarang ketika kepedulian yang aku berikan akan menyakiti perasaanku. Bagaimana bisa? Kini aku kembali bertanya, pernahkah ketika ingin membantu namun sudah ditolak? Kemudian ada yang mengira tidak peduli karena tidak ada yang membantunya. Mungkin ini dianggap spekulasi belaka, yang menjadi asumsi atau alasan untuk tidak pe...

SELF LOVE ❤

Apa alasan membenci dirinya sendiri? Apa yang melatarbelakangi hingga membuatnya kini tidak percaya diri? Masih menjadi pertanyaan oleh diri ini. Tapi mari berspekulasi bahwa diri ini tidak mampu menjadi apa yang diinginkan, tidak mau menerima apresiasi dari orang lain dan tetap menganggap bahwa dirinya memang patut dibenci. Dengan mendengar beberapa kenangan yang terlintas di kepala, bahwa ocehan orang terdekat yang ia tanamkan hingga mampu menangkal ocehan positif saat ini.  Bagaimana seperti itu? Manusia sejatinya terdiri dari jiwa dan raga, dimana jiwa yang menciptakan afeksi perasaan maupun pemikiran. Hingga disimpan berupa pengalaman rasa dan pengetahuan dibawah alam sadarnya. Namun ada yang terbawa perasaan hingga menjadi lebih menerima anggapan buruk terhadapnya. Pertimbangan perasaan inilah yang dirasa menjadi penangkal apresiasi positif. Akan adanya ingatan pengalaman rasa kekecewaan dari orang lain terhadap dirinya dan membenarkannya.  Hal itu lantas membuat dirinya...

Awal Yang Baru

Apa yang aku rasakan? Tentu saja sedang netral, tidak sedang suka maupun duka. Tetapi aku sedang berfikir apa yang sedang kualami hari ini. Baru saja diriku membunuh makhluk hidup, hewan kesayanganku selama ini. Melihatnya tersiksa saat racun mulai bereaksi di tubuhnya, mulai men-disfungsikan beberapa organ vitalnya. Berusaha untuk menyelamatkannya namun gagal, nyawanya tidak tertolong. Tersiksanya dia ketika ajal sudah menjemputnya. Mulai dari berteriak, mata terbuka lebar hingga kejang-kejang lalu tubuhnya pun menegang meregangkan kaki dan tangannya dan itu terjadi beberapa kali. Cukup lama jiwanya berpisah dengan raganya, bagaimana tidak? Ia masih ingin makan enak, ia masih ingin bermain kesana kemari, ia masih ingin dekat denganku, mendengar segala keluh kesahku. Namun itu hanya keinginan yang tidak bisa terwujud setelah tubuhnya tenang dan tidak bernafas dan menandakan sudah mati. Perlu diketahui, proses pemisahan jiwa dan raga di tubuh makhluk hidup tidak bisa dilihat ketika jiwa...