Langsung ke konten utama

7 hari terakhir di bulan Februari

Sudah 2 bulan aku menyibukkan diri untuk bekerja diluar. Cukup menyenangkan dan melelahkan karena namanya juga bekerja pasti ada saja yang menjadi persoalan. Bekerja yang menyenangkan memang ada katanya, orang bilang bekerja sesuai passion yang menjadi idaman banyak orang. Sedangkan masih ada yang belum menemukan passion diri sendiri yang sebernarnya. Bahkan ada yang tidak mengenal dirinya sendiri, mau apa, suka apa, memiliki tujuan dan target apa dan berakhir upload story ‘hidup kok gini-gini aja’. Ada yang bilang kalau hidup tidak melulu soal mengejar tujuan dan target, cukup dijalani dengan begitu adanya. Tidak perlu berlari cukup berjalan dan nikmati perjalanan itu.

Aku setuju pendapat itu namun tidak untuk akhir-akhir ini. Aku dijumpai beberapa persoalanku yang sudah menunggu lama untuk diselesaikan. Ternyata 2 bulan bekerja membuatku lengah dengan masalah yang sedang kuhadapi. Apa yang akan aku putuskan untuk masa depanku, apakah aku akan menyelesaikan yang sudah aku mulai atau berhenti dan meninggalkan 2 tahun waktuku yang berharga. Jika melihat kebelakang, nampaknya aku cukup menikmati perjalananku selama 2 tahun kemarin. Tapi ada banyak yang menentang perjalananku saat itu. Aku berfikir kembali, apa jalan yang aku pilih ini adalah jalan yang salah?

Untuk saat ini aku sedang mencoba melihat beberapa kondisi yang memang benar-benar menguntungkan bagiku. Yang memang baik untukku dan tidak merepotkan banyak orang. Manfaat apa yang akan kudapatkan saat berhenti atau melanjutkan. Aku hanya ingin hidup tenang dan tidak ingin menjumpai persoalan tapi dirasa tidak mungkin. Hidup adalah banyaknya persoalan dan bagaimana orang merespon dari masalah yang dihadapi.

Dan 7 hari ini pula aku sangat produktif bahkan waktu bermain gadgetku berkurang 2 jam dari biasanya. Apa yang aku lakukan adalah bekerja dan menjadi volunteer di sebuah lembaga sosial yang sudah menjadi agenda tahunanku. Cukup melelahkan, pergi pagi pulang malam setiap hari dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Pernah sesekali ingin berhenti dan menghilang dari muka bumi karena saking lelahnya. Tetapi aku urungkan karena beberapa feedback baik yang membuatku ingin melanjutkan.

Ada yang turut memberi semangat bahkan menyampaikan kalau apa yang aku lakukan adalah kegiatan yang cukup mulia, ada juga yang memberi perhatian seperti menyarankan untuk mandi air hangat dan minum tolak angin ketika sampai di rumah. Seperti perhatian-perhatian kecil itu yang membuatku merasa terisi dikala lelahnya tubuh kurusku. Perjalananku cukup menyenangkan saat pulang karena aku suka night ride sendirian. Sembari mendengarkan lagu playlist di spotify dengan mood yang melankolis menambah kesan sedihnya diakhir. Namun itu tidak bertahan lama.

sumber : galery pribadi


Komentar