Langsung ke konten utama

The Power of Book : “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki” by Baek Se Hee.

“Katanya mau mati, kenapa malah memikirkan jajanan kaki lima? Apa benar kau ingin mati?” sebuah persembahan buku dari peyintas pasien distimia (depresi ringan yang berkepanjangan) tidak membuat penulis ingin melakukan bunuh diri, melainkan ingin memakan tteokpokki (jajanan korea yang terbuat dari beras). Buku self improvement ini berisikan catatan percakapan antara penulis dan psikiater yang menanganinya. Sehingga pembaca akan menjumpai sesi diskusi yang cukup panjang.

Tiap bahasan berisi permasalahan yang berbeda dan disajikan di tiap bab yang berupa hasil konsultasi rutin penulis selama seminggu sekali. Penulis juga menyampaikan bahwa pembahasan yang disajikan bersifat pribadi dan suram, namun tidak hanya itu yang difokuskan. Melainkan menemukan pernyebab dari permasalahan tersebut melalui situasi spesifik dan berfokus pada cerita yang bergerak ke arah kehidupan yang lebih baik.

Harapan penulis juga ingin memberitahukan pada orang diluar sana bahwa tidak hanya dirinya yang merasakannya. Adanya gejala pikiran dan perasaan yang timbul ketika mengalami penurunan suasana hati. Selain itu, ada penjelasan dari psikiater mengenai definisi dan pribadi yang mengalami distima sebagai pengantar, sehingga memudahkan untuk mencerna pembahasan dari penulis.

Ketika membaca harus dalam keadaan fokus dan tidak boleh terdistraksi dari apapun yang bisa menganggu, karena walaupun dari penulis sudah menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, namun bagiku cukup dikategorikan bacaan yang berat. Entah aku saja atau pembaca lain juga merasakannya. Dan tidak sedikit yang relate dengan kehidupan orang-orang. Membuat semua mampu menerima apa yang bisa disampaikan oleh penulis, dan lebih mudah dalam mengambil pelajaran.

Kecenderungan berpikir oleh penulis adalah selalu ekstrim, tidak ada jalan tengah, abu-abu dan sebutan pertengahan lainnya. Selalu hitam dan putih, iya dan tidak. Seperti menganggap bahwa teman dekatnya tidak sependapat dengannya maka merasa bahwa dirinya tidak lagi berguna sebagai temannya, tidak ada pertimbangan dari aspek lainnnya yang bisa saja menjadi penyebab utama, tidak hanya soal dirinya saja yang salah. Hingga memutuskan tidak berteman lagi. Maka hal itu cukup merugikan dirinya sendiri dan temannya dari segi waktu, tenaga maupun emosional. Karena seringnya melakukan apa-apa bersama.

Dan bagian yang paling terasa secara pribadi adalah mengenai perasaan terdapat sebuah jalan, jika kita terus menutup jalan itu untuk menekan perasaan negatif agar tidak bisa keluar, lama kelamaan perasaan positif pun tertahan dan tidak bisa keluar karena jalan yang telah tersumbat perasaan negatif yang sering ditekan. Maka dalam meluapkan perasaan itu sangat diperlukan untuk mengantisipasi adanya penyumbatan. Sehingga bisa merasakan perasaan bahagia.

Sebagai akhir dari halaman buku ini adalah adanya tanggapan dari psikiater turut memberikan kata demi kata bahwa dari ketidaksempurnaan untuk ketidaksempurnaan. Disini sang ahli juga merasa bahwa ia tidak sempurna dan masih merasa belum maksimal saat mengobati dan membantu penulis, maka dari sana dijadikan pembelajaran dimana bisa menambah pelayanan yang lebih baik.

Selain itu ada bab bagian efek positif dari depresi yang dirasakan penulis. Dimana dapat berbagi pengalaman dan pandangan yang ia rasakan saat mengalami dan adanya perubahan dari beberapa latihan yang diberikan oleh psikiaternya. Bahkan buku ini merupakan salah satu efeknya dan bisa membantu banyak orang yang bisa saja juga merasakan hal yang sama. Hingga ia pun akan melanjutkan buku ini di season 2 karena kisahnya dirasa tidak cukup di season 1 saja.

Sehingga adanya buku ini bertujuan agar pembaca dapat menerima dan mencintai dirinya tanpa harus bergantung dengan orang lain. Dan turut serta menambah insight mengenai beberapa sudut pandang yang bisa menambah wawasan dan membuka banyak aspek jika menemui suatu persoalan. Dan tidak perlu malu dan takut untuk menemui ahlinya jika dirasa tidak bisa menyelesaikan dan berefek pada produktifitas.

gambar : Gramedia.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 hari terakhir di bulan Februari

Sudah 2 bulan aku menyibukkan diri untuk bekerja diluar. Cukup menyenangkan dan melelahkan karena namanya juga bekerja pasti ada saja yang menjadi persoalan. Bekerja yang menyenangkan memang ada katanya, orang bilang bekerja sesuai passion yang menjadi idaman banyak orang. Sedangkan masih ada yang belum menemukan passion diri sendiri yang sebernarnya. Bahkan ada yang tidak mengenal dirinya sendiri, mau apa, suka apa, memiliki tujuan dan target apa dan berakhir upload story ‘hidup kok gini-gini aja’. Ada yang bilang kalau hidup tidak melulu soal mengejar tujuan dan target, cukup dijalani dengan begitu adanya. Tidak perlu berlari cukup berjalan dan nikmati perjalanan itu. Aku setuju pendapat itu namun tidak untuk akhir-akhir ini. Aku dijumpai beberapa persoalanku yang sudah menunggu lama untuk diselesaikan. Ternyata 2 bulan bekerja membuatku lengah dengan masalah yang sedang kuhadapi. Apa yang akan aku putuskan untuk masa depanku, apakah aku akan menyelesaikan yang sudah aku mulai a...

Hikmah Dari Kematian?

Kematian merupakan hal yang masih misterius untuk diketahui yaitu kapan, dimana dan bagaimana akan terjadi pada mahluk hidup. Tidak ada yang tahu tetapi banyak yang berusaha untuk menghindari kematian itu ketika sakit langsung berobat untuk kembali sehat karena sakit merupakan salah satu jalan menuju kematian. Lalu kematian suatu makhluk hidup pastinya akan meninggalkan sesuatu, seperti hewan meninggalkan salah satu bagian tubuhnya-gajah meninggalkan gading dan manusia meninggalkan nama, pastinya sudah tidak asing dengan peribahasa itu. Tentunya manusia tidak akan mau jika mati hanya meninggalkan nama saja, mengingat adanya kebutuhan selain dari sisi spiritual juga terkait sisi aktualisasi selama hidup. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang memiliki pikiran maka apapun caranya ingin menjadi orang yang bermanfaat di sekitarnya dan dikenal sebagai sosok yang baik. Tidak ada yang tahu soal bentuk dan beberapa halaman yang akan ia tuliskan sebagai sejarah kehidupannya oleh...