Langsung ke konten utama

SELF LOVE ❤

Apa alasan membenci dirinya sendiri? Apa yang melatarbelakangi hingga membuatnya kini tidak percaya diri? Masih menjadi pertanyaan oleh diri ini. Tapi mari berspekulasi bahwa diri ini tidak mampu menjadi apa yang diinginkan, tidak mau menerima apresiasi dari orang lain dan tetap menganggap bahwa dirinya memang patut dibenci. Dengan mendengar beberapa kenangan yang terlintas di kepala, bahwa ocehan orang terdekat yang ia tanamkan hingga mampu menangkal ocehan positif saat ini. 

Bagaimana seperti itu? Manusia sejatinya terdiri dari jiwa dan raga, dimana jiwa yang menciptakan afeksi perasaan maupun pemikiran. Hingga disimpan berupa pengalaman rasa dan pengetahuan dibawah alam sadarnya. Namun ada yang terbawa perasaan hingga menjadi lebih menerima anggapan buruk terhadapnya. Pertimbangan perasaan inilah yang dirasa menjadi penangkal apresiasi positif. Akan adanya ingatan pengalaman rasa kekecewaan dari orang lain terhadap dirinya dan membenarkannya. 

Hal itu lantas membuat dirinya turut membencinya. Bahwa memang diri ini tidak ada yang membanggakan, tidak patut diberi apresiasi. Namun bisa berakhir menyakitkan, bagaimana tidak? Tidak akan ada perubahan diri bahkan stagnan karena masih terkungkung dalam kebencian yang semakin menjadi. Perasaan itu bisa dikendalikan dengan pikiran yang tetap bekerja untuk menyeimbangkan antara pikiran dan perasaan. Kita punya kendali penuh untuk menata kembali pengalaman rasa maupun hasil pemikiran yang baru. 

Dengan melatih untuk berfikir melihat realitas pada diri ini pantas menerima apresiasi positif dari eksternal maupun internal. Mengubah pola pikir yang berjalan ke depan, tidak stuck dalam masa lalu karena hidup memang seharusnya berjalan ke depan, kan?

Memang tidak mudah untuk melakukannya, semua butuh proses. Supaya tidak merasa berat maka nikmatilah proses yang ada. Bagaimana dengan perasaan benci pada diri ini, mencoba melihat realitas pada diri ini yang begitu membanggakan. Dan memikirkan bahwa tidak ada salahnya mendengar apresiasi baik dari eksternal yang sempat diutarakan kepadanya, untuk mencoba menerima diri dengan senang hati, karena apapun yang dilalui hingga saat ini dan diri ini baik-baik saja sudah cukup membanggakan bukan?  Dengan menanamkan bahwa diri ini tidak patut dibenci dan sangat layak untuk dicintai, yaitu memulai mencintai diri sendiri.

gambar : id.pinterest.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 hari terakhir di bulan Februari

Sudah 2 bulan aku menyibukkan diri untuk bekerja diluar. Cukup menyenangkan dan melelahkan karena namanya juga bekerja pasti ada saja yang menjadi persoalan. Bekerja yang menyenangkan memang ada katanya, orang bilang bekerja sesuai passion yang menjadi idaman banyak orang. Sedangkan masih ada yang belum menemukan passion diri sendiri yang sebernarnya. Bahkan ada yang tidak mengenal dirinya sendiri, mau apa, suka apa, memiliki tujuan dan target apa dan berakhir upload story ‘hidup kok gini-gini aja’. Ada yang bilang kalau hidup tidak melulu soal mengejar tujuan dan target, cukup dijalani dengan begitu adanya. Tidak perlu berlari cukup berjalan dan nikmati perjalanan itu. Aku setuju pendapat itu namun tidak untuk akhir-akhir ini. Aku dijumpai beberapa persoalanku yang sudah menunggu lama untuk diselesaikan. Ternyata 2 bulan bekerja membuatku lengah dengan masalah yang sedang kuhadapi. Apa yang akan aku putuskan untuk masa depanku, apakah aku akan menyelesaikan yang sudah aku mulai a...

Hikmah Dari Kematian?

Kematian merupakan hal yang masih misterius untuk diketahui yaitu kapan, dimana dan bagaimana akan terjadi pada mahluk hidup. Tidak ada yang tahu tetapi banyak yang berusaha untuk menghindari kematian itu ketika sakit langsung berobat untuk kembali sehat karena sakit merupakan salah satu jalan menuju kematian. Lalu kematian suatu makhluk hidup pastinya akan meninggalkan sesuatu, seperti hewan meninggalkan salah satu bagian tubuhnya-gajah meninggalkan gading dan manusia meninggalkan nama, pastinya sudah tidak asing dengan peribahasa itu. Tentunya manusia tidak akan mau jika mati hanya meninggalkan nama saja, mengingat adanya kebutuhan selain dari sisi spiritual juga terkait sisi aktualisasi selama hidup. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang memiliki pikiran maka apapun caranya ingin menjadi orang yang bermanfaat di sekitarnya dan dikenal sebagai sosok yang baik. Tidak ada yang tahu soal bentuk dan beberapa halaman yang akan ia tuliskan sebagai sejarah kehidupannya oleh...

The Power of Book : “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki” by Baek Se Hee.

“Katanya mau mati, kenapa malah memikirkan jajanan kaki lima? Apa benar kau ingin mati?” sebuah persembahan buku dari peyintas pasien distimia (depresi ringan yang berkepanjangan) tidak membuat penulis ingin melakukan bunuh diri, melainkan ingin memakan tteokpokki (jajanan korea yang terbuat dari beras). Buku self improvement ini berisikan catatan percakapan antara penulis dan psikiater yang menanganinya. Sehingga pembaca akan menjumpai sesi diskusi yang cukup panjang. Tiap bahasan berisi permasalahan yang berbeda dan disajikan di tiap bab yang berupa hasil konsultasi rutin penulis selama seminggu sekali. Penulis juga menyampaikan bahwa pembahasan yang disajikan bersifat pribadi dan suram, namun tidak hanya itu yang difokuskan. Melainkan menemukan pernyebab dari permasalahan tersebut melalui situasi spesifik dan berfokus pada cerita yang bergerak ke arah kehidupan yang lebih baik. Harapan penulis juga ingin memberitahukan pada orang diluar sana bahwa tidak hanya dirinya yang mera...