Apa alasan membenci dirinya sendiri? Apa yang melatarbelakangi hingga membuatnya kini tidak percaya diri? Masih menjadi pertanyaan oleh diri ini. Tapi mari berspekulasi bahwa diri ini tidak mampu menjadi apa yang diinginkan, tidak mau menerima apresiasi dari orang lain dan tetap menganggap bahwa dirinya memang patut dibenci. Dengan mendengar beberapa kenangan yang terlintas di kepala, bahwa ocehan orang terdekat yang ia tanamkan hingga mampu menangkal ocehan positif saat ini.
Bagaimana seperti itu? Manusia sejatinya terdiri dari jiwa dan raga, dimana jiwa yang menciptakan afeksi perasaan maupun pemikiran. Hingga disimpan berupa pengalaman rasa dan pengetahuan dibawah alam sadarnya. Namun ada yang terbawa perasaan hingga menjadi lebih menerima anggapan buruk terhadapnya. Pertimbangan perasaan inilah yang dirasa menjadi penangkal apresiasi positif. Akan adanya ingatan pengalaman rasa kekecewaan dari orang lain terhadap dirinya dan membenarkannya.
Hal itu lantas membuat dirinya turut membencinya. Bahwa memang diri ini tidak ada yang membanggakan, tidak patut diberi apresiasi. Namun bisa berakhir menyakitkan, bagaimana tidak? Tidak akan ada perubahan diri bahkan stagnan karena masih terkungkung dalam kebencian yang semakin menjadi. Perasaan itu bisa dikendalikan dengan pikiran yang tetap bekerja untuk menyeimbangkan antara pikiran dan perasaan. Kita punya kendali penuh untuk menata kembali pengalaman rasa maupun hasil pemikiran yang baru.
Dengan melatih untuk berfikir melihat realitas pada diri ini pantas menerima apresiasi positif dari eksternal maupun internal. Mengubah pola pikir yang berjalan ke depan, tidak stuck dalam masa lalu karena hidup memang seharusnya berjalan ke depan, kan?
Memang tidak mudah untuk melakukannya, semua butuh proses. Supaya tidak merasa berat maka nikmatilah proses yang ada. Bagaimana dengan perasaan benci pada diri ini, mencoba melihat realitas pada diri ini yang begitu membanggakan. Dan memikirkan bahwa tidak ada salahnya mendengar apresiasi baik dari eksternal yang sempat diutarakan kepadanya, untuk mencoba menerima diri dengan senang hati, karena apapun yang dilalui hingga saat ini dan diri ini baik-baik saja sudah cukup membanggakan bukan? Dengan menanamkan bahwa diri ini tidak patut dibenci dan sangat layak untuk dicintai, yaitu memulai mencintai diri sendiri.
![]() |
| gambar : id.pinterest.com |

Komentar
Posting Komentar