24 jam dalam sehari, 30 hari dalam sebulan, dan 12
bulan dalam setahun hingga seterusnya. Waktu yang kita miliki sama dengan
makhluk yang selainnya. Lalu mengenai judul, kok bisa waktu yang diberikan sama
namun yang dihasilkan berbeda? Bisa dong, dengan pengelolaan waktu yang tepat,
waktu yang sama ketika dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat
baik secara materi maupun imateri. Jika dibandingkan tanpa adanya pengelolaan
waktu, penggunaannya tidak diorientasikan untuk menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat sehingga tidak menghasilkan apa-apa. Selesai sudah bahasan kita
karena sudah menjawab judul diatas, namun seperti ada yang kurang ideal jika
langsung mengakhiri tanpa ada yang perlu di utak-atik, hehe.
Maka kita mulai dengan rumusan masalahnya, bagaimana pengelolaan
waktu yang dimaksudkan? Memang apa yang dihasilkan dari pengelolaan waktu yang
baik? Lalu kita buat anggapan dasar mengenai waktu yang terus berjalan setiap
detiknya. Selain itu hasil yang dimaksud adalah pencapaian disetiap waktu yang
sudah berjalan. Dan pengelolaan waktu berupa perencanaan terkait penggunaan
waktu serta merealisasikan rencana yang sudah dibuat dengan membuat time
schedule kemudian melakukan evaluasi.
Namun ada juga orang yang menjalani hidupnya dengan pasrah,
mengalir begitu saja tanpa adanya perencanaan dan pengelolaan aktivitas yang
akan dilakukan. Alasannya sama saja antara membuat perencanaan dengan tidak membuat, seperti tidak akan melakukan apa yang sudah direncanakan, kalau menurutku itu terjadi
pasti karena kurang adanya komitmen untuk merealisasikan kegiatan yang sudah
direncanakan. Selain itu, membuat rencana hanya sekedarnya saja, yang
direncanakan tidak realistis dengan konteks yang ada, seperti merencanakan
agenda sehari penuh semua kegiatan tanpa adanya jeda sedangkan sudah melebihi
waktu produktif hingga melupakan istirahat. Tentu hal itu tidak seimbang dan
timbul masalah baru.
Sebelum itu pastikan juga kegiatan yang direncanakan tentu
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat ketika melakukannya. Semisal membaca buku,
tentu itu menghasilkan pemahaman baru dari isi bukunya atau melakukan olahraga
tentu menhasilkan otot yang kuat dan badan yang terasa segar, dan masih banyak
lagi kegiatan bermanfaat lainnya.
Sebenarnya kegiatan yang dimaksud adalah produktif, banyak yang
merasa berat sekali untuk menjadi produktif, dan tentu saja dengan masalah
berbeda-beda yang jadi penyebabnya. Dilihat dari keseluruhan masalah yang
muncul yaitu karena tidak ada goal/tujuan hidup ataupun yang sudah
ditentukan tapi masih ambigu, kurang rinci/spesifik. Contohnya memiliki goal menjadi
orang kaya, lalu orang kaya yang seperti apa, melalui karir apa yang
mempercepat kaya dan beberapa pertanyaan pengantar lainnya. Sehingga kurang
jelas apa, bagaiamana, siapa, dimana, kapan pencapaian goal tersebut.
Jadi, langkah awalnya adalah dengan menemukan tujuan
yang ingin dicapai dan tentunya tidak lupa dijabarkan supaya lebih jelas.
Selanjutnya dengan membuat strategi untuk mencapai tujuan,
lalu menetapkan target dalam jangka waktu pendek maupun panjang supaya ada
progres yang menandakan adanya perkembangan. Kemudian membuat time
schedule mengenai kegiatan yang mendukung strategi dari segi
penggunaan waktu yang efektif dan produktif. Tidak lupa setelah merealisasikan
perencanaan dengan melakukan evaluasi untuk perbaikan time schedule kedepannya.
Uraian diatas dibuat sepemahamanku selama melakukan perencanaan
dan pengelolaan waktu, memang awalnya masih sulit melakukannya karena belum
terbiasa. Supaya terbiasa dan konsisten serta meningkatkan sisi afeksi saat
melakukannya, maka bisa ditambah motivasi dan menerapkan sistem self
reward dan punishment. Yaitu dengan memberikan
kalimat-kalimat penyemangat untuk mendapatkan dorongan lebih untuk melakukannya
serta memberikan hadiah jika sudah melakukan dan hukuman jika tidak
melakukannya. Cara itu mungkin bisa membantu kesulitan untuk berkomitmen dalam
menerapkannya secara konsisten.
Jadi apa yang bisa dihasilkan dari penggunakan waktu yang sudah terencana pasti berbeda dengan yang tidak terencana, bisa dipastikan tidak akan ada istilah ‘gabut’ setelah melakukan pengelolaan waktu dan melatih untuk produktif. Semoga dengan waktu yang kita miliki ini bisa dipergunakan untuk kegiatan yang lebih menghasilkan/produktif. Karena waktu yang sudah berjalan tidak bisa diminta kembali. Sekali lagi nikmati proses yang ada, jangan terpacu akan target saja karena itu bisa menyiksa diri sendiri.
Jadi manfaatkanlah waktu yang disediakan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain sebelum waktumu di dunia akan berakhir.
![]() |
| gambar : Freepik.com |

Komentar
Posting Komentar