Hey tayo, Hey tayo, Dia bis kecil ramah. Melaju, melambat, Tayo selalu senang.
Pasti tidak asing dengan lagu dan kartun yang menampilkan bis
berwarna biru yang bisa menari dan bernyayi itu. Dan tentunya sangat digandrungi
anak - anak. Namun karena sering mendengar lagunya banyak juga dari berbagai kalangan suka menanyikan lagu itu, karena memang sedang musimnya dan sering menjadi backsound suatu postingan. Pasti
jika berhubungan dengan bis banyak juga yang menyayikan lagu Tayo, bahkan mengganti
istilah bis dengan nama Tayo. Hal ini juga pernah terjadi bukan, seperti ‘Om
Telolet Om’ yang pernah viral pada masanya. Hingga ada aturan lalu lintas yang menghentikannya.
Berhubungan dengan bis, aku sedikit mengingat kejadian dimana aku
bisa mengetahui tentang banyak hal. Pengalaman menaiki bis selama 2 tahun membuatku
sering menemui banyak orang di berbagai usia dan profesi. Salah satunya saat
menunggu bis malam - malam karena sehabis mengikuti kegiatan diluar sekolah. Waktu
itu cuaca sedang hujan maka menggunakan payung karena aku menunggu di pinggir
jalan, bukan di halte. Kebetulan juga ada bapak-bapak tidak membawa payung dan
hanya mengandalkan tas laptop untuk menutupi kepalanya.
Karena sama-sama menunggu jadi aku berbagi payung dengan bapak itu,
sehingga otomatis melakukan percakapan. Kami hanya bertukar informasi mengenai
profesi dan tujuan bis yang akan dinaiki. Bapak itu kebetulan seorang pegawai
desain grafis di industri buku, dan waw saat itu aku bertemu dengan orang
yang membuat gambar-gambar lucu nan keren di sebuah cover buku. Beliau juga
bilang saat itu lembur karena harus mempersiapkan desain cover untuk tahun depan.
“Kan semua juga harus dipersiapkan to mba, jadi biar enggak terlalu berat kedepannya
dan bisa mengerjakan pekerjaan (desain) yang lain,” katanya saat itu.
Aku baru memikirkan perkataan beliau saat ini setelah paham apa
maksudnya. Semua buku yang telah terdistribusikan sampai ke tangan konsumen
dengan desain cover yang lucu dan keren itu ternyata sudah dipersiapkan satu
tahun sebelumnya. Entah sistem apa yang dibuat oleh atasannya pada saat itu,
aku baru bisa mengambil kesimpulan bahwa mereka melakukan perencanaan dan
antisipasi untuk menghindari suatu hal yang tidak diinginkan/diluar kendali
mereka. Maka dengan menyelesaikan pekerjaan untuk tahun berikutnya adalah jalan
ninjanya. Namun ada kelebihan saat melakukan itu, mereka sudah bersiap mencetak
desain untuk tahun depannya. Sehingga ada yang bisa kuambil dari pernyataan di atas.
Suatu pekerjaan bila dikerjakan dan terselesaikan sebelum waktunya, maka kita akan merasa lebih bersiap jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Lagi pula kita bukan peramal yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya bukan?
Selain itu kami juga berbicang mengenai bis setelah mengetahui
sesama pejuang bis jurusan Solo – Jogja. Karena sudah sering menaiki bis
tersebut beliau juga berbagi soal bentuk khas bis yang berbeda - beda sehingga bisa
memudahkan untuk menghentikannya. Memang ada realitas bis melaju dengan cepat membuat
kewelahan calon penumpang untuk menghentikannya. Karena aku seorang pelajar itu
cukup membantu supaya bisa mengukur ongkos perjalanan, setiap bis bisa
memberikan nominal yang berbeda walaupun tujuannya sama. Dengan nama – nama bis
tertetu juga.
Baiklah kuperkenalkan bis yang kuanggap bersaudara yaitu Eka, Mira, dan Raya. Selain itu ada Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu. Mereka yang menemani
perjalanan pulang ketika malam tiba kecuali kalian, Eka dan Raya. Kelasmu terlalu
tinggi bagi seorang pelajar sepertiku, hehe.
Ya walaupun lelah telah menghinggapi tubuh, namun aku merasa
senang karena bertemu orang yang memberiku pengetahuan soal bis, pekerjaan hingga saat ini masih saja kuingat dan bisa kuambil pelajaran. Bukankah ini bisa
disebut dengan ladang pengetahuan? Aku senang sebutan itu, dan terima kasih
Tayo.
![]() |
| gambar : pinterest.com |

Komentar
Posting Komentar