Dari awal judulnya saja cukup ambigu ya, memangnya kucing peliharaan yang manis dan menggemaskan akan mengeluarkan sisi buasnya dengan memanggil jiwa singa yang kelaparan? Menyangkut perntanyaan itu, Caitlin mengisyaratkan mengenai kematian yang mungkin terjadi pada kita. Kejadian dimana ada dan apa yang nampak pada manusia yang sudah tidak benyawa. Caitlin adalah seorang mortician (profesional yang terlibat dalam bisnis atau proses pemakaman) Amerika Serikat dimana pekerjaannya mengurus mayat dan acara pemakaman.
Buku terjemahan dengan cover berwarna merah ini berisi tentang pertanyaan unik yang ditujukan pada Caitlin dan menjawabnya dengan berbagai fakta dan referensi yang dapat menguatkan penyataannya. Kita mulai dari judulnya yang mempertanyakan "Saat mati, akankah kucingku akan memakan bola mataku?" Dan jawabannya adalah iya, bisa jadi. Kita tahu kucing adalah hewan peliharaan yang mungkin tidak hiperaktif seperti anjing. Tapi disini Caitlin menjelaskan jika mati di rumah yang hanya ada kamu seorang dan kucing, maka si kucing akan berusaha untuk membangunkanmu untuk minta makan.
Jawaban itu dikuatkan oleh sejarah dalam berita mengenai seorang
nenek yang kehilangan mulut dan hidungnya ketika ditemukan sudah tidak bernyawa
di rumahnya. Dan benar saja ada anjing bersamanya. Maka pihak kepolisian dan
forensik menduga bahwa mulut dan hidungnya dicabik oleh anjingnya sendiri. Ya, tujuan
anjing hanyalah ingin membangunkan majikan. Karena sudah beberapa hari tidak
bergerak dan tidak memberikan makan untuknya. Dan karena mereka lapar maka sang
nenek akhirnya yang jadi makan malamnya.
Pertanyaan itulah yang mengawali buku ini, karena selama menjadi
mortician, Caitlin juga sering diberi pertanyaan yang unik dan diluar dugaan mengenai
kematian. Seperti ‘Bisakah aku menyimpan tengkorak orang tuaku yang sudah
meninggal? Akankah aku akan BAB ketika aku mati? Apakah darah orang mati bisa
di donorkan? Bisakah aku dikuburkan bersama dengan hamsterku?’ dan pertanyaan
lainnya yang membuat kita tidak habis pikir dan ingin tahu jawabannya.
Semua penjelasan yang diberikan adalah tanda fisik yang terjadi saat kita tidak bernyawa dan peraturan mengenai hak perlindungan atas mayat kita yaitu hukum penyalahgunaan mayat. Sehingga mayat sendiri pun memiliki hak nya untuk mati dengan layak. Layak namun belum tentu sesuai keinginan kita. Seperti keinginan membawa hamster untuk menemani kita di liang lahat atau menyimpan tengkorak kedua orang tua yang sudah meninggal untuk pajangan di ruang tamu. Hal itu tentu saja tidak akan terjadi karena adanya hukum penyalahgunaan mayat. Sedangkan dari semua pertanyaan yang diasajikan, aku menangkap sebuah pelajaran. Semua yang ditanyakan adalah keingintahuan akan keinginan kita saat kematian telah tiba. Dengan tujuan memberikan kenangan pada pihak keluarga yaitu meminta pada prosesi pemakaman kita dibuat se-unik mungkin.
Ketika mati saja masih ada keinginan untuk tetap eksis di dunia dengan menitipkan wasiat mengenai upacara kematian sesuai dengan keinginannya supaya bisa dijadikan kenang-kenangan. Namun ternyata masih ada saja batasan yang membuat keinginannya tidak bisa diwujudkan. Namanya juga dunia, masih sangat terbatas.
Disaat kita mati, secara biologis kita akan mengalami henti detak
jantung yang membuat darah tidak mengalir ke seluruh tubuh hingga memunculkan
endapan darah yang disebut livor mortis yang membuat tubuh berwarna ungu
kehijauan pada bagian tubuh yang menjadi tempat endapan. Kemudian mengalami
rigor mortis dimana posisi terakhir setelah 3 jam kematian terjadi yang menjadi
kaku dan tidak dapat diubah. Tidak lupa dengan dekomposisi (pembusukan) yang dilakukan oleh
bakteri dalam tubuh dan dibantu dengan udara oksigen untuk
mempercepat proses peleburan menjadi tanah. Seperti itulah yang terjadi pada tubuh
kita yang selama ini kita jaga dengan menggunakan berbagai perawatan kulit, pola
hidup sehat, bahkan bentuk tubuh yang ideal akan berakhir menyisakan tulang
belulang saja. Sangat disayangkan.
Jadi untuk buku ini, ditujukan - Kepada mayat di masa depan dari segala usia - (kita memang calon mayat, kan?) dan terimakasih Caitlin. Dengan penjelasan yang diberikan membuat pembaca memahami gambaran tentang mayat tanpa harus melihat maupun mempraktekkan sendiri, haha.
| gambar : galeri pribadi |
Komentar
Posting Komentar