Langsung ke konten utama

Tidak Mudah Berpaling

Setia, kata yang tidak asing bagi semua orang. Bagaimana tidak? Kata itu yang sangat didambakan oleh seorang yang berpasangan, atau antara karyawan dengan bos, prajurit dengan rajanya, serta seseorang yang setia pada masalahnya hingga tidak mudah berpaling? Haha, yang terakhir aku bercanda. Namun apa yang membuat kesetiaan itu terjadi di sebuah relasi? Apakah kesetiaan ini hanyalah terjadi diantara manusia saja? Dengan hewan juga ya? Seperti dalam film anjing yang bernama Hachiko yang setia menunggu majikannya di stasiun walaupun sang majikan telah tiada?

Aku akan memunculkan sebuah realitas yang mungkin relate dengan pembaca. Pernahkah waktu mengerjakan tugas atau suatu pekerjaan, belum selesai tapi sudah mengerjakan yang lain. Ini tidak mengangkat waktu deadline pekerjaan ya, anggaplah deadline-nya masih lama. Atau ketika mengerjakan tugas niatnya mau membuka ponsel untuk melihat catatan tugas namun beralih scroll sosial media dan berakhir tugasnya tidak terselesaikan. Nah, dari realitas itu bisa diambil polanya yaitu selalu dihadapkan oleh dua pilihan atau bisa lebih.

Mungkin saja dalam hubungan pun ada pilihan yaitu pihak ketiga yang menyebabkan kandas, seperti karyawan yang sudah bosan memilih antara tetap bekerja atau resign ke tempat kerja lain, dan prajurit yang memilih untuk mengkhianati rajanya dengan membunuhnya. Semuanya adalah resiko dari tidak adanya kesetiaan. Maka dari itu dalam kesetiaan ini ada sebuah komitmen yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak yang menjalaninya. Menyinggung komitmen, yaitu dimana seseorang mau mengerjakan sesuatu yang mengikat, kerja sama dan sejenisnya. Mau tidak mau, suka tidak suka harus melakukannya sebelum tujuannya tercapai.

Sama dengan kita dalam mengerjakan tugas, pasti tujuan dari mengerjakan tugas yaitu ada kata selesai. Jika belum selesai berarti belum tercapai. Maka kita juga bisa membangun komitmen untuk menyelesaikan tugas yang satu dulu sebelum mengerjakan yang lainnya. Jika sudah berkomitmen pasti tidak akan mudah untuk pindah ke lain hati, percayalah. Seindah dan semenarik apapun yang ditawarkan, pasti akan tetap teguh dengan pilihannya.

Memang sih dalam menerapkan komitmen ini tidak mudah, tapi setidaknya kita paham dulu tentang tujuan ingin melakukan suatu kegiatan itu apakah baik untuk kita dan orang banyak. Kalau memang tujuannya baik, so what? Tidak ada salahnya kan berkomitmen. 

Lagi pula manfaat dari berkomitmen sendiri juga membuat kita lebih tahan banting dengan tantangan dan musibah yang terjadi kedepannya.

Sehingga, dalam pemaparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kesetiaan ini tidak hanya terjadi antar manusia saja. Namun dengan pekerjaan yang sedang dilakukan, yaitu berkomitmen pada diri sendiri dengan pekerjaan yang sedang diembannya. Dan mengenai anjing Hachiko yang setia dengan majikannya, apakah juga paham akan komitmen saat menjalaninya? Hey, ingat! Dia seekor anjing yang berarti hewan, mereka tidak mampu melakukan proses berpikir seperti itu. 

Yang terjadi pada anjing Hachiko adalah ia memiliki insting untuk selalu mengantar dan menjemput majikannya di stasiun. Karena sebelumnya dia sudah memiliki kebiasaan tersebut, jadi prosesnya secara naluri kehewannanya yang sudah biasa ia lakukan. Kisah ini memang nyata terjadi di Jepang. Sangat mengharukan ya.

Jadi, bagaimana teman-teman pembaca? Apakah kalian berani untuk berkomitmen dengan pilihan kalian? 

gambar : vecteezy.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan yang Menyenangkan

Benarkah menyenangkan? Bukannya yang kita temui hanyalah jalanan yang padat akan kendaraan bahkan kemacetan dan kebisingan dari suara klakson yang saling bersautan ketika berebut jalan supaya sampai ke tujuan tepat waktu. Atau dalam perjalanan hidup yang kini makin amburadul, seperti adanya pandemi yang sudah lama bertengger dan tidak mau pergi, belum lagi masalah baik dari pekerjaan, sekolah, rumah, bahkan diri sendiri. Semuanya seakan bersatu padu menjadi gado-gado, hehe saya laper... Tapi kita coba pahami dulu arti perjalanan, yaitu proses perpindahan dari tempat ke tempat lain; adanya pergerakan. Jadi memang benar perjalanan identik dengan kondisi jalanan saat melakukan proses perpindahan. Lalu memangnya apa yang akan dibahas mengenai perjalanan? Mari dimulai dengan pengalaman saya selama sekolah dahulu, dimana berangkat ke sekolah dengan angkutan umum bis antar kota. Karena jarak antar rumah ke sekolah sekitar 15km dan waktu tempuh memakan waktu 30 menit. Itu terjadi juga ketika...

The Power of Book : “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki” by Baek Se Hee.

“Katanya mau mati, kenapa malah memikirkan jajanan kaki lima? Apa benar kau ingin mati?” sebuah persembahan buku dari peyintas pasien distimia (depresi ringan yang berkepanjangan) tidak membuat penulis ingin melakukan bunuh diri, melainkan ingin memakan tteokpokki (jajanan korea yang terbuat dari beras). Buku self improvement ini berisikan catatan percakapan antara penulis dan psikiater yang menanganinya. Sehingga pembaca akan menjumpai sesi diskusi yang cukup panjang. Tiap bahasan berisi permasalahan yang berbeda dan disajikan di tiap bab yang berupa hasil konsultasi rutin penulis selama seminggu sekali. Penulis juga menyampaikan bahwa pembahasan yang disajikan bersifat pribadi dan suram, namun tidak hanya itu yang difokuskan. Melainkan menemukan pernyebab dari permasalahan tersebut melalui situasi spesifik dan berfokus pada cerita yang bergerak ke arah kehidupan yang lebih baik. Harapan penulis juga ingin memberitahukan pada orang diluar sana bahwa tidak hanya dirinya yang mera...

7 hari terakhir di bulan Februari

Sudah 2 bulan aku menyibukkan diri untuk bekerja diluar. Cukup menyenangkan dan melelahkan karena namanya juga bekerja pasti ada saja yang menjadi persoalan. Bekerja yang menyenangkan memang ada katanya, orang bilang bekerja sesuai passion yang menjadi idaman banyak orang. Sedangkan masih ada yang belum menemukan passion diri sendiri yang sebernarnya. Bahkan ada yang tidak mengenal dirinya sendiri, mau apa, suka apa, memiliki tujuan dan target apa dan berakhir upload story ‘hidup kok gini-gini aja’. Ada yang bilang kalau hidup tidak melulu soal mengejar tujuan dan target, cukup dijalani dengan begitu adanya. Tidak perlu berlari cukup berjalan dan nikmati perjalanan itu. Aku setuju pendapat itu namun tidak untuk akhir-akhir ini. Aku dijumpai beberapa persoalanku yang sudah menunggu lama untuk diselesaikan. Ternyata 2 bulan bekerja membuatku lengah dengan masalah yang sedang kuhadapi. Apa yang akan aku putuskan untuk masa depanku, apakah aku akan menyelesaikan yang sudah aku mulai a...