Langsung ke konten utama

Benarkah Oktrouble?

Bulan ke sepuluh itu telah terlampaui dan sekarang memasuki bulan November dimana dipenuhi kabar baik dan harapan yang dapat dijadikan sebagai sumber kebahagiaan. Tidak menyangka 2 bulan lagi, tahun 2021 akan segera berakhir. Anyway, bagaimana resolusimu tahun ini? Haha, aku hanya ingin memastikannya.

Dan kebetulan kemarin adalah bulan kelahiran, tentu saja menjadi bulan yang spesial dimana ada anak yang lahir dan sudah menginjak 20 tahun sekarang. Mungkin bagi orang yang senang merayakan hari kelahiran akan merasa demikian. Lupakan. Tidak ada yang spesial bulan itu. Yang ada hanya kesedihan karena waktu hidup menjadi berkurang.

Bulan tersebut banyak sekali waktu yang kuluangan untuk membaca buku dan membuat konten seperti saat ini. Mungkin aku bisa menjelaskan mengenai apa yang aku rasakan saat itu. Sesekali timbul perasaan tidak berguna ketika ada waktu yang terbuang sia-sia. Proses perbandingan diri pun tidak luput dari itu. Tidak ada yang memperbolehkan melakukan ingin dilakukan. ‘Lakukan yang ingin kamu lakukan’ ya, aku mengharapkan kalimat itu.

Dipenuhi oleh rasa ketakutan dan rasa bersalah yang menyelimuti, membuatku tidak bisa melakukan kegiatan dengan semestinya. Besarnya perasaan yang menghambat untuk melakukan sesuatu yang sudah aku rencanakan sebelumnya dan berakhir terbengkalai. Banyak emosi yang terpendam dan aku masih saja ingin menekannya - mengendalikannya untuk tidak keluar sembarangan. Aku tidak ingin menyakiti hati siapapun. Hanya saja, aku lelah.

Tapi hal itu tidak membuatku berdiam diri dan terlarut dalam perasaan itu. Tidak sengaja menemukan pamflet tentang diadakannya lomba menulis cerpen. Dan aku mengikutinya walaupun harus berdebat dengan diri karena masih ada keraguan, pengumuman tepat hari jumat kemarin dan hasilnya cerpenku tidak terpilih, haha. Tidak itu saja, aku mengikuti beberapa webinar yang banyak sekali topik dan tema yang ingin aku ketahui.

Tidak ingin melewatkannya, ada webinar membahas tentang content creator dengan narasumbernya adalah Kevin Anggara. Ada lagi dengan penulis bernama Alvi Syahrin dan co-founder Greatmind bernama David Irianto (aku baru mengetahuinya melalui webinar itu) yang selama ini aku ikuti website-nya.

Ada juga dengan tema tentang berwirausaha, dengan narasumber pengusaha makanan dan produk apparel dimana menceritakan semua dinamikanya selama merintis bisnisnya. Ada juga membahas tentang membangun minat pendengar radio melalui manajemen penyiaran, membangun  minat baca dan critical thinking. Motif aku mengikuti webinar sebenarnya ingin mengumpulkan sertifkat, hehe. Itu ada benarnya tapi tidak mutlak, karena ada motif utamanya adalah topik yang dibahas sangat menarik minatku sehingga lebih banyak wawasan yang tercerna dalam pikiran.

Jika kujelaskan semuanya maka akan sangat panjang, jadi aku memilih yang sedang ku geluti saat ini yaitu content creator (lebih tepatnya content writer). Dimana dalam perbincangan Kevin Anggara bersama moderator mengenai pentingnya personal branding dalam membuat konten. Dimana kebanyakan orang ketika membuat konten pasti mengambil yang sedang viral atau mencari topik yang mengundang sensasi warga net. Bukan itu, tetapi mengenai ide konten yang bagus dan memiliki ke-khasan tersendiri, seperti unik dan out of the box. Dimana para penikmat konten suka dengan caranya (content creator) dalam mengeksekusi idenya. Dengan begitu penikmat konten akan sering mengikuti maupun berlangganan tanpa harus dipaksa.

Selain itu, dari Alvi Syahrin sendiri juga mengatakan mengenai konten apa yang bisa menarik pembaca (karena aku adalah penulis blog, semoga juga bisa menulis suatu buku) yaitu dengan membahas tentang masalah yang sedang dialami banyak orang, tentunya dengan penyelesaian/ solusi yang tepat. Maka akan banyak yang membaca karena relate dengan kehidupan. Jika aku gabungkan keduanya menjadi,

Menuangkan ide dari masalah umum yang terjadi oleh banyak orang dengan cara penyampaian dan gaya bahasaku sendiri.

Dan tidak lupa diawali dengan pertanyaan sebagai pengantar isi konten. Bagi yang sudah membaca salah satu kontenku pasti banyak diawali dengan pertanyaan mengenai isu yang ingin dibahas. Selain itu, cobaan untuk konsisten membuat konten yang menjadi kelemahan. Aku hanya membuat konten jika sedang ada ide atau pertanyaan maupun peryantaan yang mengganggu pikiranku.

Setidaknya aku mendapatkan insight dari pengorbanan waktu dan pikiran yang kupergunakan untuk mengikuti webinar. Dan membuat bulan Oktober-ku menjadi lebih hidup dengan memanfaatkannya. Walaupun dipenuhi kecemasan, aku bisa mengalihkan sejenak dan mencoba untuk mengendalikannya dengan menenangkan diri bahwa semua akan baik-baik saja. And, Thank you Oktober! Bagaimana dengan Oktober-mu?

gambar : galeri pribadi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 hari terakhir di bulan Februari

Sudah 2 bulan aku menyibukkan diri untuk bekerja diluar. Cukup menyenangkan dan melelahkan karena namanya juga bekerja pasti ada saja yang menjadi persoalan. Bekerja yang menyenangkan memang ada katanya, orang bilang bekerja sesuai passion yang menjadi idaman banyak orang. Sedangkan masih ada yang belum menemukan passion diri sendiri yang sebernarnya. Bahkan ada yang tidak mengenal dirinya sendiri, mau apa, suka apa, memiliki tujuan dan target apa dan berakhir upload story ‘hidup kok gini-gini aja’. Ada yang bilang kalau hidup tidak melulu soal mengejar tujuan dan target, cukup dijalani dengan begitu adanya. Tidak perlu berlari cukup berjalan dan nikmati perjalanan itu. Aku setuju pendapat itu namun tidak untuk akhir-akhir ini. Aku dijumpai beberapa persoalanku yang sudah menunggu lama untuk diselesaikan. Ternyata 2 bulan bekerja membuatku lengah dengan masalah yang sedang kuhadapi. Apa yang akan aku putuskan untuk masa depanku, apakah aku akan menyelesaikan yang sudah aku mulai a...

Hikmah Dari Kematian?

Kematian merupakan hal yang masih misterius untuk diketahui yaitu kapan, dimana dan bagaimana akan terjadi pada mahluk hidup. Tidak ada yang tahu tetapi banyak yang berusaha untuk menghindari kematian itu ketika sakit langsung berobat untuk kembali sehat karena sakit merupakan salah satu jalan menuju kematian. Lalu kematian suatu makhluk hidup pastinya akan meninggalkan sesuatu, seperti hewan meninggalkan salah satu bagian tubuhnya-gajah meninggalkan gading dan manusia meninggalkan nama, pastinya sudah tidak asing dengan peribahasa itu. Tentunya manusia tidak akan mau jika mati hanya meninggalkan nama saja, mengingat adanya kebutuhan selain dari sisi spiritual juga terkait sisi aktualisasi selama hidup. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang memiliki pikiran maka apapun caranya ingin menjadi orang yang bermanfaat di sekitarnya dan dikenal sebagai sosok yang baik. Tidak ada yang tahu soal bentuk dan beberapa halaman yang akan ia tuliskan sebagai sejarah kehidupannya oleh...

The Power of Book : “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki” by Baek Se Hee.

“Katanya mau mati, kenapa malah memikirkan jajanan kaki lima? Apa benar kau ingin mati?” sebuah persembahan buku dari peyintas pasien distimia (depresi ringan yang berkepanjangan) tidak membuat penulis ingin melakukan bunuh diri, melainkan ingin memakan tteokpokki (jajanan korea yang terbuat dari beras). Buku self improvement ini berisikan catatan percakapan antara penulis dan psikiater yang menanganinya. Sehingga pembaca akan menjumpai sesi diskusi yang cukup panjang. Tiap bahasan berisi permasalahan yang berbeda dan disajikan di tiap bab yang berupa hasil konsultasi rutin penulis selama seminggu sekali. Penulis juga menyampaikan bahwa pembahasan yang disajikan bersifat pribadi dan suram, namun tidak hanya itu yang difokuskan. Melainkan menemukan pernyebab dari permasalahan tersebut melalui situasi spesifik dan berfokus pada cerita yang bergerak ke arah kehidupan yang lebih baik. Harapan penulis juga ingin memberitahukan pada orang diluar sana bahwa tidak hanya dirinya yang mera...