Menurut KBBI, investasi berarti penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Sedangkan uang adalah benda yang berwujud. Semua pasti sudah sering mendengar investasi berupa saham, emas, properti, sertifikat, dll. Lalu bagaimana bisa melakukan investasi yang tidak berupa benda materil?
Coba dimulai dengan adanya uang, biasanya kita menggunakan uang
untuk apa? Membeli kebutuhan atau bahkan keinginan seperti makanan karena kita
memang butuh, bahkan membeli aksesoris karena lucu, mengikuti trend saat itu
dan sebagainya. Namun itu semua bersifat jangka pendek, sedangkan investasi ini
bersifat jangka panjang.
Seperti banyak yang mengetahui, arti dari investasi adalah
melakukan penanaman yang diharapkan bisa menghasilkan. Baik untung maupun rugi,
tapi untuk rugi dirasa tidak mungkin dilakukan ya, apa mungkin penanaman modal
untuk memperoleh kerugian? Konyol sekali. Tapi bisa saja kita lakukan tanpa
kita sadari. Seperti kita menanamkan pola hidup buruk pada diri, yang membuat
kedepannya bisa mudah terserang penyakit.
Jadi aku mengistilahkan ‘apa yang kita tanam, maka itu yang akan kita tuai’. Sudah tidak asing dengan peribahasa itu.
Maka dalam menentukan apa yang kita raih dengan adanya sumber
daya ada saat ini bisa dengan menerima dan meminta untuk tidak dengan mudahnya mengeluarkan sumber daya untuk hal yang kurang menghasilkan. Baik itu waktu,
tenaga (non materil), uang maupun benda materil lainnya.
Baiklah, kita coba ambil dari buku Giokni yang berjudul Cari
Alasan Bolos @Monday? mengenai ‘Investasi, Bukan Biaya’ bahwa dalam
pengalokasian dana yang digunakan oleh perusahaan tidak hanya berfokus pada
pengembangan aset perusahaan, namun juga ada alokasi dana untuk pengembangan
kualitas karyawannya untuk mencapai kesuksesan perusahaan juga.
Dan untuk kapasitas yang lebih kecil yaitu melakukan investasi
pada diri sendiri. Dengan ada alokasi dana, waktu maupun sumber daya yang
dimiliki untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Semisal ada dana yang dipergunakan untuk
membeli buku self improvement. Disana kita mengeluarkan waktu dan pikiran kita
untuk membacanya. Maka dari itu, disitulah kita sudah menanamkan modal
pengetahuan pada diri kita.
Atau melakukan pengembangan kompetensi lainnya dengan mengikuti kelas pelatihan soft skill maupun mengikuti kegiatan sukarelawan untuk menambah pengalaman dan pengajaran hidup. Seperti kalian juga yang sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi, kalian sedang pada tahap belajar untuk memperoleh skill supaya bisa bekerja di perusahaan impian. Atau kalian yang sedang bekerja untuk makan, kalian sedang bertemu banyak orang dan menjadikan kalian orang yang berpengalaman di bidang yang sedang kalian geluti saat ini.
Sehingga bentuk invetasi ini tidak melulu soal uang, harta benda yang terhitung dari segi bentuk saja. Namun juga dari kualitas diri kita saat menjalani kehidupan ini yang berbuah kesuksesan. Yang akan kita dapatkan dari proses perjalanan waktu, tenaga dan pikiran yang sudah dialokasikan untuk itu.
Jadi untuk kedepannya kita juga harus berhati-hati dengan apa yang kita lakukan sekarang, mulai dari pola hidup, hubungan relasi yang sehat, pengajaran hidup yang diambil dan lain sebagainya. Kita bisa saja akan menerima hasil dari apa yang sudah kita lakukan di masa lalu, jika berbuah keuntungan maka tidak soal. Tapi kalau yang berbuah adalah kerugian? Maka berhati-hatilah!
Komentar
Posting Komentar