Sudah sekitar 6 bulan menggeluti bidang konten lebih tepatnya content writer, dalam bentuk tulisan ini pastinya aku sebagai orang yang mengkreasikan semua yang terpikirkan olehku, sudah sepatutnya aku juga memberikan yang terbaik untuk pembaca. Namun selalu saja ada yang menganggu dalam pikiranku karena tidak ada ide yang muncul, tetapi biasanya akan datang tiba-tiba ketika ada topik yang menarik atensiku.
Akhir-akhir ini aku sering terpikirkan akan konten yang tidak
biasa dan memiliki ke-khasan tersendiri. Dan bisa diterima oleh pembaca
blog ku saat ini. Sehingga bentuk yang kutuliskan adalah segalanya yang mengandung
value dariku. Tetapi aku tidak
memaksa pembaca untuk mengikuti atau harus sepaham denganku. Aku sangat terbuka
akan kritik dan saran maka dengan senang hati kita bisa bertukar pikiran
bersama dari sudut pandang yang berbeda.
Akhir -akhir ini ada yang menarik atensiku. Hal itu distimulus
oleh video Youtube dari salah satu
orang yang kufigurkan yaitu Kevin Anggara yang berjudul 'Ngomong Doang'. Yang aku sorot dalam video itu ketika
ia menyampaikan soal step-stepnya dalam membuat konten lebih tepatnya dalam
peryataannya tentang konten yang sifatnya timeless.
Yang berarti konten bisa dinikmati kapan saja tanpa adanya keterikatan suatu
waktu. Sedikit tersinggung sebenarnya, haha.
Realitasnya seperti ketika membuat konten dengan topik yang sedang
hangat/trending di masyarakat. Dan
konten tersebut akan menarik atensi banyak orang, tapi hanya sesaat setelah
topik tersebut tergantikan oleh topik yang baru dan terus tergantikan. Aku
menyebutnya dengan konten musiman. Beda musim, beda topik, beda orang dan masih
banyak lagi.
Lalu apa yang terjadi ketika membuat konten musiman? Yaa konten
tidak bisa dinikmati dalam waktu lama. Syukur-syukur kalau memang konten yang
dibuat sebagus itu maka akan menjadi sejarah atau sebagai hiburan masa lalu.
Biasanya itu berlaku untuk orang-orang yang sudah punya nama (terkenal). Tidak
masalah sebenarnya, kembali ke masing-masing kalau soal motif berkonten, semua
sesuai kehendak penulis sebagai pencipta konten.
Hal itu akan aku jadikan sebagai referensi dan evaluasi untuk
pembaruan kontenku. Aku juga menyadari kalau pernyataan itu ada benarnya.
Selama ini aku sering mengejar topik yang sedang hangat di publik. Dibandingkan
untuk menarik atensi pembaca, aku sedikit kewelahan dalam artian selalu
mengejar sebelum berganti topik. Karena menganggap lebih digandrungi daripada yang
sedang menjadi topik di dalam pikiran sendiri.
Lantas aku bertanya-tanya apakah penyebab aku lupa akan ide yang datang
tiba-tiba? Bahwa aku merasa harus mengejar secuil ide-ide yang sedang hangat di
masyarakat. Aku merasa harus menuliskannya dulu dibandingkan menyelesaikan satu
konten yang sedang digarap. Disitulah aku belajar bertanggung jawab atas
tulisanku, selain itu aku juga ingin mencoba mencari sumber data yang valid
karena kebanyakan hanya berdasarkan pengetahuanku yang masih relatif
kebenarannya.
Mungkin lebih tepatnya ini adalah konten yang kubuat untuk
mengeluarkan isi pikiran saja dan kebanyakan dari sudut pandang pribadi, tapi
tidak sedikit juga ada beberapa pendekatan untuk memperjelas kata yang masih
awam oleh pembaca dan sebagai penguat argumentasi/opini yang kutuliskan.
Maka untuk kalian diluar sana yang sedang memiliki projek atau suatu pekerjaan apapun itu, tetaplah belajar dan jangan lupa untuk melakukan inovasi supaya menjadi lebih baik lagi.
| gambar : Freepik.com |
Komentar
Posting Komentar