Apakah kalian juga seorang maniak buku? Sangat menyenangkan bukan ketika membalik halaman demi halaman dalam buku? Tentunya dalam menikmati suatu buku yaitu terbawa alur cerintanya yang dibawakan oleh penulis. Segala bentuk tulisan pasti memiliki kekhasan sendiri. Bahkan sampai mempengaruhi cara berpikir, gaya bahasa, dan gaya hidup pembaca karena sudah mengakar (terinternalisasi). Sudah pasti ceritanya akan selalu diingat dan membekas. Menjadi nilai tambah ketika bisa diambil sebuah pelajaran hidup sebagai bentuk pengembangan diri secara tidak langsung.
Dari sisi penulis pun, sebenarnya dalam menulis buku disisipkan
nilai-nilai penulis yang tujuannya ingin membaginya yang dikemas oleh kisah melalui
kata perkata yang baik. Seperti yang aku rasakan pribadi ketika membaca buku
selain menambah wawasan, disitu juga dilatih untuk menerapkan dan menumbuhkan
komitmen ketika menerima sebuah insight.
Yang awalnya aku merasa egois, hanya fokus pada diriku, dan aku menjadi sekarang dimana ada rasa empati yang mulai tumbuh ketika sedang berurusan
dengan orang sekitar. Dikarenakan membaca buku.
Seperti dalam buku ‘Kamu Gak Sendiri’ karya Syahid Muhammad, bahwa
semua perasaan yang terjadi, kita tidak perlu menyangkalnya, dengan perasaan
pun kita jadi memiliki kemampuan untuk memahami orang lain. Dengan
merefleksikan diri bagaimana jika menjadi dia, bagaimana perasaan dan
pikirannya yang kebetulan sedang tidak baik-baik saja. Namun, bukan berarti
selalu membenarkan setiap perilakunya. Jika memang sudah tidak bisa ditoleransi
maka trabas saja. Haha, jangan jadi orang jahat yang teman-teman.
Tapi sempatkah kalian berpikir saat membaca buku terasa sia-sia.
Karena berawal dari salah membeli buku yang dirasa bukan minatnya, dan merasa
buang-buang uang hingga berakhir berada di tumpukan buku sampai berdebu. Aku
pernah merasakannya, namun peryataan itu tidak lama terpatahkan. Sebab, semua
pasti tidak ada yang sia-sia, setidaknya ada yang bisa diambil pelajaran.
Seperti ada perasaan sia-sia setelah membaca buku yang kurang diminati, hal itu
akan menjadikan pelajaran juga ketika ingin membeli suatu buku. Dan akan banyak
pertimbangan yang akan dilakukan, tidak hanya ikut-ikutan orang lain.
Dan buku juga dianggap sebagai jendela dunia yg merupakan sebuah
wawasan dan pengetahuan dari orang ahli yang dengan senang hati membagikannya
dalam sebuah buku yang mereka tulis sendiri. Lalu aku bertanya kembali, apakah
pengetahuan dan wawasan baru menjadi sebuah minat dulu untuk bisa diterima/
dipelajari? Menurutku tidak, minat hanya sebagai bonus yang menjadi motif dalam
mendalami suatu pengetahuan.
Sebut saja dalam buku yang berisi desain arsitektur, bagi orang
awam yang membaca sebuah artikel tentang interior hanya sampai mengetahui
tentang berbagi jenis-jenis ornamen yang sudah disesuaikan dgn color and match di sebuah desain. Dan
bagi orang yang memiliki minat mengenai interior, pastinya akan bertanya dan
mencoba memahami, mendalami bahkan menciptakan melalui inovasi dari jenis-jenis
ornamen yang sudah satu paket dengan gaya maupun versinya sendiri. Ya semua kembali
pada masing-masing dalam menerima sebuah pengetahuan.
Selain itu, buku ini memiliki daya tarik sendiri terlebih bagi
orang berkepribadian introver. Dengan menganggap mereka sebagai teman bahkan
sahabat yang setia menemani sepanjang hari. Seolah saling bercengkrama dan
berdiskusi dengan beberapa diksi yang menyentuh tanpa melakukan komunikasi. Itu
menjadi kegiatan favorit dari sebagian introver. Bahkan mereka lebih nyaman
daripada harus berinteraksi dengan manusia. Karena buku adalah benda mati yang sifatnya
tidak berubah-ubah seperti manusia yang ditantang untuk menyesuaikan segala
yang ada (dinamis). Hal ini sejalan dengan quotes yg kutemukan.
There is no friend as loyal as a book – Ernest Hemingway.
Dari semua kegiatan yang melibatkan membaca buku, pastinya juga
ada beberapa motif/ tujuan yang melingkupi, mungkin karena bosan dan ingin
membaca buku sebagai hiburan, ingin menambah wawasan dan pengetahuan, ingin
menambah kosa kata supaya kaya akan kosa kata dan masih banyak lagi. Semua itu
karena dari pengalamanku yang cukup gemar membaca buku. Sampai-sampai sebagian
uangku sudah dianggarkan untuk membeli buku di setiap bulannya. Selain aku
menerima sebuah insight untuk diriku
sendiri, aku juga selalu membagikan melalui tulisan seperti ini. Semua
pengahayatan akan realitas yang ada akan aku olah dan membaginya kepada sesama.
Karena aku juga ingin seperti penulis disana yang sudah memberikan insight
melalui media buku (atau sesuatu yang berwujud tulisan lainnya).
Dan semoga saja aku juga bisa membuat sebuah buku untuk dijadikan
peninggalan di perpusnas, mungkin di rak buku kalian yang gemar membaca
buku. Sehingga tidak sekedar penikmat kenapa tidak mencoba untuk menciptakan? Dengan harapan buku tersebut bisa menggantikanku ketika sudah tiada. Dengan adanya buku ciptaanku, ada peninggalan selain nama unikku yang tidak terlalu dikenal oleh banyak orang, haha
| gambar : Freepik,com |
Komentar
Posting Komentar