Tidak banyak yang mengetahui sisi di balik semua ini, apa, siapa, bagaimana, dimana, kapan dan pertanyaan lainnya. Akhir-akhir ini sering berpikir untuk mengakhiri semuanya dan tidak mau menerima kenyataan pahit yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Seakan mematahkan rasa semangat saat memulainya dahulu, “kenapa jadi begini?”. Masa depan memang menjadi misteri, tidak ada yang tahu kecuali para dukun yg punya ilmu titen.
Perihal omong kosong memang menyenangkan, nggak salah kalo yang ngomong otaknya juga ikutan kosong. Aku ingin bercanda tapi terlalu dark sekali, ya untungnya ada aja yang tertawa. Banyak omong, banyak cerita sampai over sharing pun sering terjadi dan berakhir kecewa. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi cukup menguras energi. Seakan ingin hilang dan lenyap dari bumi kita kartini ini.
Apa aku sudah salah menentapkan tujuan? Yang sebenarnya sudah
ingin menampakkan hasil tetapi aku tidak siap menerimanya. Kadang aku merasa diriku
ini penuh dengan paradoks. Aku ingin diperhatikan tapi aku benci mendapatkan
perhatian. Aku ingin makan tapi aku milih minum. Aku sendiri tidak mengerti apa
mauku. Ingin melakukan kegiatan yang menyenangkan namun tidak cukup membantu, malah
makin pusing karena duitnya habis.
Tapi tenang aja, untung aku ada...., maaf nggak ada endorse. Masih tetap sama, sepertinya
aku harus berbicara dengan diriku sendiri. "Apa maumu? Kenapa kamu tidak menurut
apa kataku?" Aku hanya mau beraktivitas seperti biasanya. Membuat konten,
belajar tentang kehidupan, membaca buku dan kegiatan yang sudah kuberi hukum wajib untuk dilakukan. Kalo tidak
dilakukan akan kuberi self punishment
biar tau rasa.
Terkadang aku juga merasa terlalu jahat untuk diri sendiri. Dan
berakhir diriku sendiri menjadi pembangkang atas semua perintahku. Tidak tahu
akan sampai kapan aku seperti ini. Yah hanya berharap segera kembali dengan
banyak omong kosong yang akan aku berikan di blog picisanku. Seseorang yang penuh
banyak khayalan ini sedang ingin beristirahat sejenak. Dan jangan lupa kalian
juga perlu istirahat, nerima kenyataan itu berat bos, seberat ngangkat beton
precast jembatan jalan layang.
Jangan lupa senyum dan tertawa bersama Tuan Eugene Crab.
| gambar : galeri pribadi |
Patrik...
BalasHapus